Jumat, 19 September 2014

Kedelai Grobogan, kedelai lokal berproduktifitas tinggi namun terabaikan

ilustrasi
Krisis kedelai berkali-kali terjadi di negeri ini. Ironisnya, krisis tersebut terjadi di negeri agraris akibat kurangnya pasokan kedelai di pasaran.Seandainya pemerintah benar-benar berniat serius mengembangkan kedelai lokal, tentu para perajin tempe dan tahu tak perlu menjerit. Potensi kedelai negeri ini sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan jika pemerintah serius menanganinya. Lihat saja di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Beberapa desa di kabupaten tersebut sejak bertahun-tahun menanam dan memproduksi kedelai lokal tanpa bergantung pada kedelai impor.
Bahkan, kelompok tani di salah satu desa di kabupaten ini, yang mendapat pendampingan Tjandramukti, yakni Kelompok Tani Kabul Lestari di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, pada 2007 meraih juara nasional Kelompok Tani Agribisnis Kedelai.
Produksi kedelai di desa tersebut mencapai 3,4 ton per hektar dengan rata-rata kelompok pada angka 3,2 ton per hektar. Semuanya ditanam pada musim hujan meski pemerintah menganjurkan penanaman kedelai pada musim kemarau.
Keberhasilan para petani Desa Panunggalan memproduksi kedelai dengan produktivitas tinggi ini berkat penelitian kedelai yang dirintis Tjandramukti. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun berhasil mengangkat kedelai lokal grobogan, temuan Tjandramukti, menjadi benih unggul nasional.
Selama bertahun-tahun petani di Desa Panunggalan menanam kedelai dengan metode penanaman dan pemupukan dari Budi Mixed Farming (BMF) yang dikenalkanTjandramukti. BMF adalah perusahaan pertanian dan peternakan kecil inovatif yang berbasis pada penelitian.
Perusahaan itu fokus pada pemberian solusi sistem pertanian campuran (mixed farming system) dan optimalisasi produksi tanaman subtropis di wilayah tropis, seperti kedelai.
Berkat sistem tersebut, pada 2006 rata-rata produksi kedelai di desa itu bisa mencapai 3 ton per hektar. Bahkan, beberapa petani dapat mencapai lebih dari 4 ton per hektar. Keberhasilan inilah yang membawa kelompok tani yang dibina BMF meraih juara Nasional Kelompok Tani Agribisnis Kedelai.
Keunggulan kedelai grobogan membuat Pemerintah Kabupaten Grobogan mendaftarkan kedelai temuan Tjandramukti sebagai benih unggul nasional pada 2008. Dalam penelitian lebih lanjut, oleh Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), ditemukan dua jenis kedelai dari temuan ini.
Satu jenis kedelai berwarna kuning mengilap dengan produksi lebih rendah. Satu jenis lagi berwarna lebih kusam dengan produksi lebih tinggi. Jenis kedua akhirnya diresmikan menjadi benih unggul nasional dengan nama kedelai lokal grobogan.
Sayangnya, kisah sukses petani Grobogan ini tak ditularkan pemerintah kepada petani di Tanah Air. Sampai Tjandramukti meninggal dunia tahun 2011, teknologi optimalisasi BMF yang diterapkan Tjandramukti tak dilirik pemerintah.

Tokoh dibalik kedelai Grobogan
(alm.) Tjandramukti
Tjandramukti adalah Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor (Pelopor lagi lho) mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di Yogyakarta , sekitar tahun 2000 Tjandramukti berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar (salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata- rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.

Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi (43,9 %), umur yang pendek (72 hari), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice (Kualitas yang baik) yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang kedua belum didaftarkan.

Selain kedelai,Tjandramukti juga menemukan konsep
1. Sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan
2. Metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai.


Tjandramukti adalah bukti bahwa rakyat Indonesia Berpikir untuk kelangsungan hidup lingkungan



Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/03/04553165/Teknologi.Penanaman.Kedelai.Grobogan
http://avhen.blogspot.com/2013/12/tjandramukti.html


Veronika Virgo Ardianti
13/350248/PN/13392

1 komentar:

  1. ANALISIS ARTIKEL CYBER EXTENSION

    Nama : Patrisia Citra Saraswati
    NIM : 13191
    Golongan : A3.2
    Kelompok : 3

    1. Adakah nilai penyuluhan?

    a. Sumber teknologi atau ide
    Pemberian solusi sistem pertanian campuran (mixed farming system) dan optimalisasi produksi tanaman subtropis di wilayah tropis, seperti kedelai.
    Satu jenis kedelai berwarna kuning mengilap dengan produksi lebih rendah. Satu jenis lagi berwarna lebih kusam dengan produksi lebih tinggi. Jenis kedua akhirnya diresmikan menjadi benih unggul nasional dengan nama kedelai lokal grobogan.
    Sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan
    Metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai.
    b. Sasaran
    Para petani yang mengembangakan kedelai , kelompok tani, masyarakat, dan pemerintah.
    c. Nilai pendidikan
    Nilai pendidikan yang terdapat dalam berita adalah terus berusaha untuk menemukan inovasi baru yang dapat membuat suatu prestasi dan bermanfaat. Selain itu kerja keras dan keuletan seseorang dalam berusaha meningkatkan produksi hasil pertanian dan dapat meningkatkan kesejahteraan banyak orang.


    2. Sebutkan dan jelaskan nilai berita yang terkandung dalam artikel !
    - Timelines
    Berita ini pada tahun 2013, sehingga berita ini masih tergolong baru. Akan tetapi kegiatan yang ada pada berita sudah berlangsung sejak tahun 2006.
    - Proximity
    Berita ini dekat dengan masyarakat. Karena dalam berita ini terdapat suatu cara untuk mengatasi krisis kedelai di Indonesia dengan adanya sistem yang di cetuskan oleh alm. Tjandramukti.
    - Importance
    Berita ini penting karena didalamnya memuat suatu inovasi baru dalam usaha bertani kedalai. Selain untuk sistem untuk bertani kedelai juga terdapat ide untuk membuat sumur resapan di lahan sawah. Dimana cara ini dapat sedikit mengurangi dampak kekeringan.
    - Prominance
    alm. Tjandramukti seorang peneliti pertanian yang bekerja keras untuk memurnikan kedelai sehingga menjadi kedelai varietas unggul. Selain itu alm. Tjandramukti juga berhasil membawa kelompok tani Kabul Lestari menjadi juara Nasional Kelompok Tani Agribisnis Kedelai.
    - Consequence
    Dalam berita ini memuat keberhasilan seseorang dalam membuat inovasi baru dalam hal bertani. Akan tetapi keberhasilannya kurang ditanggapi oleh pemerintah.
    - Development
    Dengan sistem yang dikembangkan di grobogan bisa meningkatkan produksi kedelai. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan negara akan kedelai dan tidak impor dari negara lain.
    - Disaster & crime
    Yang merupakan bencana adalah Indonesia yang disebut sebagai negara agraris mengalami krisis kedelai, sehingga kedelai sulit ditemui dipasaran.
    - Human interest
    Tokoh yang bernama alm. Tjandramukti yang mencetuskan ide yang sangat menguntungkan baik bagi petani, masyarakat, maupun pemerintah. Akan tetapi usahanya sia-sia karena hasil karyanya ini kurang diperhatikan oleh pemerintah bahkan sampai meninggal dunia.

    BalasHapus